OLEH AHMAD SARWAT, Lc

Islam sebagai agama yang diturunkan Allah sebagai aqidah dan syariat terakhir bagi manusia. Karenanya, Allah menjadikan syariat lengkap, utuh dan konprehensif. Sehingga syariat yang tak lekang oleh jaman dan perubahan ini patut menjadi pegangan hidup dan undang-undang serta rujukan hukum manusia dimana pun dan kapan pun berada. Sebab di dalam syariat ini diciptakan sedemikian rupa oleh Allah sehingga sesuai dengan kepentingan manusia dan realitas yang dihadapi.
Fiqih Islam adalah ruh dan spirit yang selama 14 abad lamanya menjaga bangunan syariat sehingga tetap utuh dan kokoh dalam kondisi apa pun. Disamping itu, selama rentang tersebut Fiqih menjadi unsur penopang dan pendukung bagi peradaban dan kemajuan ilmu pengetahun karena selalu sinkron dan selaras.
Untuk lebih mendalam, berikut uraian pengertian Fiqih Islam, karakter khusus, sejarah dan hal lain yang terkait dengannya.

A. Pengertian Fiqih Islam

Fiqih di fase pertama Islam
Makna fiqih secara bahasa adalah memahami. Seperti dalam ayat Al Quran Allah menceritakan ucapan kaum Syuaib

Mereka berkata: “Hai Syuaib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami” ( Hud: 91)
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”.
Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?” (An Nisa: 78)

Fiqih menurut orang Arab adalah pemahaman dan ilmu. Setelah Islam datang nama fiqih digunakan untuk ilmu agama karena tingkat kemuliaannya dibanding ilmu-ilmu lain. Jika kita temui istilah fiqih di masa generasi pertama Islam maka yang dimaksud adalah ilmu agama, tidak lain. Sedang ilmu agama yang dimaksud di masa itu adalah ilmu yang terkait dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah saw. Makna ini dapat kita temui dalam hadis Rasulullah saw. “Allah mencerahkan wajah seseorang yang mendengar satu hadis dari kami, kemudian ia hafalkan dan ia sampaikan kepada orang lain. Sebab ada orang yang membawa fiqih (hadis) disampaikan kepada orang yang lebih faqiih (paham) darinya, dan ada orang yang membawa fiqih tapi tidak faqiih,”
Jelas, bahwa yang dimaksud Rasulullah saw. dalam hadis di atas adalah ilmu yang dibawah dan disampaikan adalah sabda beliau saw.
Jadi, yang dimaksud faqiih adalah orang memiliki ilmu yang mendalam dalam agamanya dari teks-teks agama yang ada dan ia mampu menyimpulkan menjadi hukum-hukum, pelajaran-pelajaran, faidah yang terkandung dalam teks agama tersebut. Ini kesimpulan dari sabda Rasululullah di atas “Sebab ada orang yang membawa fiqih (hadis) disampaikan kepada orang yang lebih faqih (paham) darinya, dan ada orang yang membawa fiqih tapi tidak faqiih,” yang dimaksud “lebih faqih (paham) darinya,” adalah ia lebih memiliki kemampuan memahami maksud Allah dan hukum-hukum syariat. Dan maksud “tapi tidak faqiih” yang tidak memiliki kemampun menyimpulkan hukum dan ilmu yang terkandung dalam teks agama yang ada.
Istilah ahli fiqih di kalangan sahabat dan tabiin adalah mereka yang memiliki ilmu mendalam tentang agama Allah dan sunnah Rasulullah saw. Ciri luar seorang ahli fiqih sangat seperti yang disebutkan dalam salah satu hadis Rasulullah saw.”panjangnya shalat seseorang dan singkatnya khutbahnya adalah bagian dari fiqihnya,” Juga perkataan Ibnu Masud,”Termasuk fiqih seseorang, mengatakan tentang sesuatu yang tidak ia ketahui; Allah lebih tahu,”
Jadi makna fiqih di masa pertama Islam mencakup seluruh masalah dalam agama Islam, baik yang mencakup masalah akidah, ibadah, muamalat dan lain-lain. Karenanya, Abu Hanifah menamai tulisannya tentang akidah dengan “Al Fiqhul Akbar”.

B. Definisi Fiqih

Di depan telah disinggung definisi fiqih secara bahasa Arab. Dalam istilah, Fiqih diartikan.
العلم بالأحكام الشرعية العلمية المكتسب من أدلتها التفصيلية
”Ilmu yang membahas hukum-hukum syariat bidang amaliyah (perbuatan nyata) yang diambil dari dalil-dalil secara rinci,”
Penjelasan definisi:

Ilmu: ia merupakan ilmu yang memiliki obyek dan kaidah tertentu.
• Hukum-hukum syariat: hukum-hukum ini bersifat syariat yang diambil dari Al Quran, sunnah, ijma’, qiyas, bukan ilmu logika, matematika, fisika.
• Amaliyah: fiqih hanya membahas hukum-hukum praktis (amaly) perbuatan manusia dari masalah ibadah, muamalah. Jadi fiqih tidak membahas masalah keyakinan atau ilmu kalam atau ilmu akidah.
• Yang diambil: fiqih adalah kesimpulan hukum-hukum bersifat baku hasil ijtihad ulama yang bersumber dari Al Quran, sunnah, ijma, qiyas dan dalil-dalil yang ada.

About ahmadarkam

Ahmad Angka bin Samire bin Sabang lahir di Mattirowalie 16 Juni 1994, di sebuah keluarga yang sangat sederhana dengan mata pencarian Bertani. Beribukan Saleha binti Badu yang merupakan keluarga bugis Bone.

9 responses »

  1. RiswaN mengatakan:

    iyye malai juarai,,

  2. onesetia82 mengatakan:

    Wah ini ilmu yg sangat bermanfaat mas …🙂
    OOT = Selamat menunaikan ibadah puasa mas …

  3. hanik mengatakan:

    trims ilmunya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s