Para Tabi’in tak pernah main-main dalam membuat fatwa. Mereka sangat takut terjerumus dalam perkara “berkata tanpa ilmu.” Tak heran bila pada masa itu jumlah muftih tak banyak meskipun jumlah ulama sangat banyak.

    Tercatat ada tujuh ulama yang sering menjadi rujukan dalam berfatwa. Mereka semua berdomisili di Madinah. Ketujuh ulama ini sering disebut dalam kitb-kitab klasik dengan fuqaha assab’ah (tujuh ahli fiqhi) dalam Islam. Sosok mereka memang tidak sepopuler empat Imam Mazhab.Tapi dari segi keilmuan meraka terbilang istimewa. Salah satu keistimewaanya adalah mereka menimba ilmu langsung dari ulama di kalangan sahabat Rasulullah saw.

  1. Sa’id Bin Musayyab
  2. Urwah Bin Zubair
  3. Abu Bakar bin Abdurrahman Al-Makhzumi
  4. Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar As-Siddiq
  5. Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud
  6. Kharijah bin Zaid bin Tsabit
  7. Sulaiman bin Yasar

About ahmadarkam

Ahmad Angka bin Samire bin Sabang lahir di Mattirowalie 16 Juni 1994, di sebuah keluarga yang sangat sederhana dengan mata pencarian Bertani. Beribukan Saleha binti Badu yang merupakan keluarga bugis Bone.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s