Ahmad Angka, itulah nama yang diberikan orang tuaku kepada seorang bayi yang pada saat itu sering sakit-sakitan. Aku lahir di Mattirowalie, 16 Juni 1994 Ayah Samire bin Sabang dan Ibi Salehah binti Badu. Saat pertama aku lahir, nama yang diberikan adalah Hasanuddin, mungkin ayahku waktu itu sangat mengidolakan Sultan Hasanuddin pejuang Sulawesi Selatan. hehehehe,,,,, iyya kami keluarga besar orang bugis Bone yang bermukim di Mattirowalie Desa Ulo Kec. Tellu Siattinge Kab. Bone.

Kembali pada nama tadi, Iyya itu adalah nama pertama aku. Tapi sebab sakit, nama itu kemudian diganti dengan Ahmad Angka atas usulan seorang Sanro pada saat itu. Dan sampai sekarang nama itulah yang telah merekat pada wajah seorang muda saat ini. Tumbuh dan besar di lingkungan pedesaan dengan mengandalkan hasil perkebunan oklat dan kelapa telah mengantarkan aku pada blog ini. Hidup di Mattirowalie adalah hal ang terindah, ya.. maklumlah kampung sendiri. seperti kata Perantau “hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri. Lebih baik di negeri sendiri”.

Iyya kata-kata PERANTAU tidak bisa lepas dari darahku. karena di sanalah Ayah dan Ibu mencari nafkah untukku, sebelum mereka kembali ke Tanah bugis.

 

5 responses »

  1. Red mengatakan:

    salam dari bandung

  2. ahmadarkam mengatakan:

    terima kasih telah berkunjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s